Langsung ke konten utama

Postingan

Jodoh... Semoga lancar OTW nya

Hari Raya sebentar lagi tiba. Kumandang kemenangan akan menggema, bersorak menyambut hari bahagia setelah sebulan lamanya menempa diri. Namun... dibalik kebahagiaan itu... adakah hal yang masih membuatmu khawatir saat menghadapinya? Hehe.. Anak kecil yang penuh kepolosan akan mengkhawatirkan jumlah baju baru yang dia punya untuk dipamerkan dihari raya. "Bajunya banyak ga dibandingkan  temanku yang lain?" mungkin hanya itu pertanyaan yang terlintas. Berbeda dengan anak yang baru menginjak sekolah dasar. Ia akan sibuk menghayal tentang jumlah THR yang akan ia terima. Mungkin sejak saat ini ia sudah membidik target yang akan didatangi di hari raya. Hehe... Anak SMP yang mulai beranjak remaja akan lebih kompleks lagi pemikirannya. Mungkin sudah mulai ditanya, "Kemarin dibagi raport dapet rangking berapa? Ada yang kebakaran nilainya?". Ya... terkadang silaturahmi keluarga sekaligus jadi ajang "pamer" sang buah hati. Syukur jika dapat nilai memuaskan, jik...

“Cermin, bangunkan aku!”

Kau ibarat pedang bermata dua. Satu sisi yang kau miliki begitu bermanfaat untuk memberikan kesempatan melakukan banyak hal. Namun, jika salah digunakan, kau ibarat senjata yang memakan tuannya. Kau adalah waktu. Meskipun aku sudah tahu tentang dua sisimu tersebut, tetap saja aku masih sering terjebak oleh tipu muslihatmu. Seringkali kau membuatku terlena hingga aku lupa entah sampai kapan Dia mengijinkanku untuk menikmatimu. Kesenanganmu didunia seringkali menyilaukan mata, sehingga membuatku lalai menggunakanmu untuk bekal di akhirat kelak. Tahun ini sudah hampir ¼ abad aku menikmatimu. Kamu tahu apa yang sudah aku lakukan selama itu? Kesempatan yang Allah berikan untuk menikmati kebersamaan denganmu hanya kugunakan untuk kesenangan semu. Setiap hari yang berlalu hanya kuisi untuk memikirkan diriku sendiri. Aku semakin larut dalam fantasi semu. Semua isi pikiran semakin penuh oleh nafsu dunia yang semakin kukejar justru semakin tak berujung. Bahkan saking lekatnya kebers...

Point of View

Senja mulai menyapa kala kulangkahkan kaki menyusuri jalan menuju kota kembang. Rasanya memang agak sedikit malas meninggalkan rumah, apalagi di jadwal kalender akademik, seharusnya ini adalah libur panjang. Namun, nikmatnya libur panjang bukan untuk para mahasiswa akhir sepertiku. Waktu liburan adalah saat untuk mengejar timeline skripsi yang semakin memusingkan kepala dan menyesakkan dada. Jadi, untuk kali ini rasa malas harus segera ditepikan, jika tidak mau status mahasiswa melebihi expired yang ditentukan. Perjalanan pulang kali ini terasa berbeda. Jika biasanya aku tinggal duduk nyaman dibelakang jok motor yang dikemudikan bapak, kali ini terpaksa aku harus kembali berpetualang menembus kemacetan dengan angkutan umum. Hal lain yang menambah rasa bosan perjalanan sore itu adalah harus menunggu penumpang penuh supaya angkutan bisa segera melaju. "Menunggu", sejujurnya kata itu sudah menjadi teman akrabku selama masa pengejaran pembuatan skripsi. Untuk para mahasiswa ...

Yuk OPTIMIS (On Process to My Istiqamah) !

Bandung, 17 September 2016 Itu salah satu hari yang harus kulingkari dalam kalender hidupku. Hari itu, seolah nyawaku benar-benar kembali menyatu dalam raga ini. Setelah sempat merasa hidup tanpa arah dan tujuan, Allah seolah menunjukkan kembali jalan -Nya di hari itu. Beberapa bulan terakhir, beban jadi mahasiswa akhir mulai menggangguku. Sejak semester 6 usai, mulailah nyawa dan raga ini seolah tidak sinkron lagi. Masa KKN, ditambah targetan skrisi, plus PPL jadi beban tersendiri buatku. Baru terasa, mahasiswa itu memang tidak seindah di FTV. Belum lagi bayangan masa depan setelah lulus nanti, ah... rasanya benar-benar tambah membuat suram. Targetan-targetan indah yang sempat tercipat di awal jadi mahasiswa, justru semakin memudar. Banyak amanah yang justru ku abaikan. Tekanan dan target bukan membuatku semakin bersemangat menjalani masa akhir kuliah, malah sebaliknya. Hari-hari ku jalani hanya sekedar menyambut mentari pagi dan mengucapkan selamat tinggal pada se...

Kamu.... Navigasiku

      Gemerlap pesta pergantian tahun masih menyisakan kemegahannya saat fajar mulai menyingsing. Hari pertama di tahun baru disambut dengan wajah-wajah berbinar ditengah dinginnya salju yang masih menyelimuti kota ini. Kutatap bulir-bulir salju lewat kaca jendela. Dingin yang menusuk tulang seolah mengurungku untuk tidak beranjak pergi. Akhirnya... kularutkan diri dalam lamunan. Memutar memori tadi malam. Aku menjadi salah satu saksi kegemerlapan pesta kembang api itu. Bukan untuk merayakan pergantian tahun, melainkan untuk menambah memoriku disini, jika suatu saat aku harus kembali pergi. Kyoto... Jepang.... ah! Malam tadi kau semakin memikatku dengan keelokan pesonamu.     “Ohayougazimasu 1Mira-san.” Seru teman satu asramaku.     “Ohayougazimasu Orihara-san.”     “Kenapa kamu melamun? Kangen sama keluarga ya?” tanyanya dengan bahasa Indonesia berlogat Jepang yang kental.     “Ah... iya. Hehe...”...