Langsung ke konten utama

THANK YOU 2021


Untuk diriku di tahun 2021. Terima kasih banyak sudah berjuang sejauh ini, melewati kata "tidak mampu", "menyerah", "tidak bisa", "lelah" dan "kecewa". Aku tahu kadang kamu merasa terlalu berat menanggung sesuatu. Dalam sepi sendiri, air mata di tahun ini rupanya lebih banyak jatuh bukan? Tak mengapa, ternyata air mata kesedihan dan luka itu juga sebanding dengan air mata bahagia, bukan?

Ibarat kata, 2021 adalah tahun dua sisi mata uang dalam hidupmu. Ada kalanya kamu jatuh, menginjak tangga yang salah untuk kesekian kalinya, kebingungan arah menentukan pilihan di persimpangan jalan, ingin berhenti sejenak tapi takut tak bisa memulai kembali,  dan bahkan shock culture dengan semua perubahan "mendadak" dalam hidupmu. But... you're very strong :) sisi mata uang lainnya juga bisa kamu temukan di tahun ini. Cita-cita yang lama tertunda akhirnya terwujud, merasakan peran baru yang diimpikan, singgah di tempat baru akhirnya juga terkabulkan di tahun ini.

Aku tahu, beban tahun ini tidak mudah, seperti tahun-tahun sebelumnya. Terima kasih banyak sudah bertahan seperti tahun-tahun sebelumnya juga. Pesan untuk 2022, ingatlah angin mungkin akan menerpa lebih kencang, jalanan akan terasa lebih terjal dan persimpangan akan banyak mengacaukan tujuan. Jadi, tetap ingat juga untuk selalu bertahan ditengah kepesimisan, tawakal dan pasrah dalam segala ketetapan-Nya, kuatkan diri ketika rapuh, ambil jeda istirahat jika terlalu lelah dan bagi beban di pundakmu dengan yang lain. Karena... kamu ga sendiri. you never alone. If you don't trust human, you can believe Allah. Allah never leave you forever.

So, please say loudly "HAPPY NEW YEAR 2022. I WILL MAKE NEXT YEAR BETTER THAN THIS YEAR. MY SMILE WILL TAKE AWAY SAD, TEARS, AND HOPELESS. AAMIIN

Komentar

Popular post

Semangat Berkarya dari UPI untuk Indonesia

serbuan putih hitam... hehe Ada suasana yang berbeda di UPI ketika tanggal 26-29 Agustus kemarin. UPI diserbu oleh ribuan orang berbaju putih hitam. Eits.... jangan berpikir kalau ada magang kerja massal atau ada gerakan demo mahasiswa karena kelangkaan BBM akhir-akhir ini. Lantas, ada apakah gerangan??? Wah... ternyata penyebabnya karena ada MOKA-KU (Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum) untuk menyambut para mahasiswa baru...^_^   Horeee!!! Punya ade baru... ade nya banyak lagi, sampai ribuan orang. Haha...             Setahun yang lalu, aku ada di posisi yang sama dengan mereka. Kemeja putih, kerudung putih, rok hitam, plus atribut name tag khas untuk identitas mahasiswa baru. Tidak lupa dengan beragam barang bawaan yang ditugaskan panitia. Aku hanya tersenyum simpul ketika melihat ade-ade ku yang baru. Aku mengerti perasaan dan segala kerepotan mereka mengikuti MOKA-KU, karena aku juga pernah menjadi seperti itu....

Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus

            Sayup-sayup suara adzan membangunkan ku dari tidur lelapku. Namun, badanku masih terasa sangat letih untuk ku ajak bangkit menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim. Udara dingin seolah semakin membelaiku untuk kembali menarik selimut. Akhirnya… tak kuhiraukan suara panggilan untuk segera memenuhi panggilan Allah. Kembali ku teruskan mimpi yang sempat terputus. Namun… baru sebentar ku terlelap, suara ayam berkokok dari HP ku sudah kembali mengganggu. Dengan malas ku matikan alarm yang sudah semakin nyaring bunyinya.             “Aduh! Ini ayam berisik banget! Lima menit lagi ya yam. Nanti bangunin lagi.” Gumamku setengah sadar, sambil mengatur alarm kembali.             Namun… kali ini aku benar-benar terlelap. Tak kudengar lagi suara ayam berkokok atau bunyi apapun yang membangunkanku. Sinar hangat men...

Cara Allah Menunjukan Cinta-Nya

Pernahkah kita meragukan kasih sayang Allah? Pernahkah kita merasa bahwa Allah tidak adil kepada kita? Mungkin sesekali atau bahkan seringkali kita pernah merasakannya. Dengan atau tanpa disadari, terkadang keluhan itu meluncur begitu saja dari lisan kita. Lantas, benarkah Allah itu tidak adil dan tidak penyayang seperti persangka yang pernah kita rasakan? Sebelum kita menjawabnya, mari kita resapi kisah berikut terlebih dahulu.             Ada seorang mahasiswa yang pergi ke tukang cukur. Sambil memotong rambut mahasiwa tersebut, terjadilah perbincangan diantara mereka. Tukang cukur mengatakan bahwa ia tidak percaya Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ia juga ragu kalau Allah itu ada. Mendengar penuturan tukang cukur, sontak saja mahasiswa tersebut terkejut. Apa alasannya sampai tukang cukur dapat berpikir sampai sejauh itu.             "Kok bisa ngomong gitu...